Memiliki Hobi Yang Sama

Saya tidak menyangka kalau di rumah Erin terdapat sebuah ruangan home cinema. Tahu begitu sejak lama saya memacarinya. Bukannya saya cowok materialistis, tapi dulu saya pernah berjanji pada diri saya sendiri. Jika ada perempuan yang doyan banget nonton film seperti saya maka saya pasti mau menjadi pacarnya. Itulah janji saya. Dan ternyata Erin juga seorang movie freak bahkan mungkin lebih fanatik ketimbang saya.

Home Cinema

Dia bilang bukan hanya dia yang hobi menonton, tapi seluruh anggota keluarganya. Dia bilang masing-masing dari mereka suka genre film yang berbeda, tapi justru dengan begitu mereka belajar menghargai dan mengapresiasi film yang tidak mereka sukai. Mendegar cerita Erin tentang kesukaan dirinya dan keluarganya terhadap film membuat saya jatuh hati seketika.

Kalau mau jujur sebenarnya saya belum pernah mengenal seorang perempuan yang bukan saja memiliki home cinema, tapi juga menikmatinya. Selain itu secara gamblang dia juga memberi tahu bahwa genre film apapun bukan masalah baginya. Saya sendiri suka film sains fiksi. Star Wars adalah film favorit saya sepanjang masa. Sementara dia suka film komedi romantis. Menurutnya film yang paling romantis sepanjang masa adalah “When Harry Met Sally”.

Saya bilang padanya bahwa saya belum pernah menonton film tersebut. Lalu Erin pun memaksa saya untuk menontonnya. Saya sih tidak masalah, karena saya suka menonton. Tapi yang paling asyik adalah kita jadi menonton berdua di rumahnya. Setelah filmnya usai saya mengungkapkan isi hati saya pada Erin. Dan tanpa banyak basa-basi Erin mengangguk setuju untuk menjadi pacar saya. Sangat seru sekali menonton film dalam ruangan home cinema, ini lebih baik berkali lipat dari pada nonton melalui laptop atau komputer.

0 komentar:

Posting Komentar

ShareThis